Beda leader (pemimpin) dengan manager

0
789

Manager (pengelola) dan pemimpin adalah dua hal yang sangat berbeda. Betul bahwa Anda tidak dapat menjadi salah satunya dengan menghilangkan yang lain, tapi Anda harus lebih menjadi pemimpin daripada hanya sekedar manager. Mengapa ? karena bila Anda sudah dianggap sebagai pemimpin, maka Anda pasti mendapatkan kerjasama penuh dari anggota tim dan mereka sangat bersemangat bukan karena takut dihukum atau ada ancaman, tapi karena mereka sungguh-sungguh menyadari bahwa apa yang sedang mereka lakukan memberikan keuntungan buat diri mereka sendiri

Hal-hal apa saja yang menjadikan Anda adalah seorang pemimpin ?

1. Punya Visi vs. Rencana Kerja Harian

Pemimpin adalah orang mampu melihat jauh ke depan, punya visi yang jelas. Pemimpin lalu mengkomunikasikan visi itu kepada seluruh anggota tim dan memastikan setiap orang juga sudah melihat dan memahami hal yang sama, pemimpin menjadi orang yang berdiri paling depan sehingga seluruh anggota tim bisa merasakan kehadiran seorang yang selalu mendampingi mereka dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul. Karena berdiri paling depan dan menjadi satu kesatuan dengan tim yang dipimpinnya, maka dia menjadi orang pertama yang melihat dengan jelas potensi peluang menjadi lebih baik atau mengatasi masalah sebelum benar-benar terjadi.

Sebaliknya, disebut manager jika orang tersebut hanya fokus pada aktivitas harian, membagikan tugas dan wewenang, lalu menggunakan indikator angka-angka mengelola sumber daya untuk mengawasi agar setiap orang menjalankan tugasnya sesuai dengan wewenang dan prosedur yang telah ditetapkan.

2. Inspirasi vs. Intimidasi (Mengancam)

Harus diingat bahwa tim Anda bukan sekelompok murid TK yang menunggu dipelototi agar mereka menjadi takut dan melakukan apa yang Anda perintahkan. Setiap anggota tim punya prioritas hidup dan impian pribadi yang berbeda. Memaksakan mereka melakukan sesuatu tanpa mereka menyadari apa manfaatnya tidak akan memberikan hasil kerja maksimal.

Pemimpin harus menjadi contoh, menjadi inspirasi, sehingga setiap anggota tim dapat melihat dengan jelas bahwa ketika mereka (sebagai anggota tim) melakukan hal yang sama, maka prioritas hidup dan impian pribadi mereka akan lebih mudah dan cepat terwujud.

3. Meningkatkan kualitas vs. memanfaatkan mereka

Pengamatan saya ditempat kerja sering sekali terjadi, manager atau bahkan direktur hanya mengeksploitasi pengetahuan dan ketrampilan bawahannya untuk kepentingan prestasi pribadi manager atau direktur tersebut. Hal yang paling tidak masuk akal adalah ketika ada penilaian tahunan untuk kenaikan gaji, hanya si manager mendapatkan penilaian “A”, sedangkan bawahannya mendapatkan penilaian hanya “C” atau bahkan “D”. Padahal hasil kerja seorang manager tentu sangat dipengaruhi oleh hasil kerja tim yang dipimpinnya kan ? Jika kualitas kerja bawahan kurang, bukankah mereka seharusnya diberi program pelatihan pengetahuan dan ketrampilan secara berkala (bukan cuma 1 tahun sekali ?).

Seorang pemimpin fokus meningkatkan kualitas tiap anggota dalam timnya, karena dia sangat menyadari bahwa dirinya hanya bisa dikatakan sukses jika mampu membuat orang lain yang dipimpinnya sukses terlebih dahulu, dan mempersiapkan agar orang yang dipimpinnya bisa secepatnya menjadi pemimpin seperti dirinya.

4. Kontribusi vs. Koordinasi

Dalam mengelola tim, Anda harus benar-benar tahu cara menangani berbagai situasi. Salah satunya adalah ketika Anda tidak punya ide mengatasi tantangan yang sedang muncul. Harus Anda akui bahwa dalam tim Anda, bisa saja ada anggota yang memang pintar dan punya banyak ide / solusi cermelang. Namun kalau Anda meminta solusi kepada tim Anda dengan cara yang salah mungkin Anda bisa ditertawakan. Situasi ini muncul karena manager biasanya hanya melakukan koordinasi dan dirinya terlihat oleh orang lain seolah-olah adalah yang paling pintar dan tahu banyak hal.

Mengakui bahwa diri kita tidak tahu dalam segala hal bukan sesuatu yang memalukan. Oleh karena itu pemimpin selalu menciptakan suasana lingkungan kerja dimana kontribusi ide / solusi dari setiap anggota tim adalah sesuatu yang sangat dijunjung tinggi dan dihargai.

5. Pengakuan vs. Pengharapan

Manager dengan wewenang yang didapatkan perusahaan berharap agar bawahannya menghormati dan menjalankan semua instruksi yang dia berikan dan berharap anggota tim selalu mengatakan “YA”.

Pemimpin adalah orang yang mendapatkan pengakuan secara alami, bukan sesuatu yang diharapkan, minta atau perintahkan orang lain untuk berikan karena kita telah diangkat menjadi manager atau direktur. Pengakuan sebagai pemimpin hanya akan Anda dapatkan seiring dengan proses berjalannya waktu yang telah menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang punya visi, mampu memberi inspirasi, dapat dipercaya membawa/mendampingi tim meraih sesuatu yang lebih baik, membuka diri mendiskusikan ide dan saran.

Kini sudah jelas perbedaan antara manager dan pemimpin. Lakukan semua hal di atas dan jadilah pemimpin benaran untuk menginspirasi tim Anda. Oh ya, jangan jadi pemimpin abal-abal lho !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here