Maaf, boleh ganggu sebentar ? Tidak !

0
901

 

“Dana tunai tanpa jaminan… hubungi (Nama, No TELP) maaf mengganggu atau jika tidak perlu abaikan saja”

Suatu hari ada seorang teman menghubungi saya, kalimat pertama yang diucapkan adalah, “Friend, boleh ganggu sebentar ?” saya langsung jawab, “Kalau diganggu tidak boleh, kalau mau ngobrol atau tanya silahkan”. Versi lain adalah lewat SMS seperti yang tertulis di atas, dan celakanya tertulis “… jika tidak perlu abaikan saja” Tahukah Anda bahwa sering manusia hanya baca kalimat awal dan akhir karena malas baca seluruh SMS, sehingga yang terbaca adalah “Abaikan saja”. Kalau dalam profesi Anda memang harus menyapa melalui SMS usahakan formatnya adalah : Ucapan salam dan sebut nama Klien, timbulkan kebutuhan, sampaikan solusi, tutup dengan ucapan terima kasih dan cara menghubungi Anda, semuanya tidak lebih dari 1 SMS (atau 160 karakter).

Kata “MAAF” hendaknya digunakan pada saat dan suasana yang tepat, misalnya saat Hari Raya Idul Fitri dimana saat itu adalah kesempatan baik untuk saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja atau tidak sengaja dilakukan, atau jika dalam kehidupan bermasyarakat jika seseorang berbuat kesalahan dan menyesali perbuatannya. Tapi dalam dunia bisnis dan karir professional kata “MAAF” hendaknya digunakan pada situasi yang memang menuntut hal itu. Oh mungkin yang dimaksud adalah agar terdengar sopan ? Hmmm… sepertinya ada banyak cara atau kata yang bisa dipilih meminta secara sopan deh, misalnya “bolehkah saya….”, atau “…. apakah ini saat yang tepat bagi saya untuk menyampaikan… ?” tanpa perlu muncul kata “MAAF”, karena begitu kita mengucapkan kata “MAAF” maka kita adalah orang yang punya kesalahan, dan orang lain tidak suka dengan orang yang sering berbuat salah berulang kali kan ? Jangan sampai kita terkenal dengan sebutan Mr. MAAF, dan kalau nanti memang benar-benar harus minta maaf, orang lain mengatakan, “Ah, dia kan sejak dahulu kala memang hobinya selalu minta maaf.”

Kalau saat menjalankan sebuah profesi, baik melalui SMS atau saat membuka pembicaraan Anda sering gunakan kata maaf, jangan-jangan Anda sudah berada di profesi yang salah karena tidak sesuai dengan hati nurani, merasa bersalah karena yang Anda sampaikan dirasakan Anda tidak ada gunanya atau merugikan orang lain. Kalau seperti itu, mungkin sudah saatnya Anda mulai mencari profesi lainnya dan jika sudah ada kepastian diterima di tempat baru, ajukan pengunduran diri. Ambil langkah aman dan pasti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here