Investasi diutamakan, bukan gaya hidup

0
557

Ketika membahas investasi, maka dianggap bahwa pada tahap ini seluruh kebutuhan pokok seseorang dan keluarganya sudah terpenuhi, sehingga ada bagian yang bisa di simpan. Kebutuhan pokok adalah sandang (pakaian), pangan (konsumsi), papan (tempat tinggal), dan pendidikan. Jika kebutuhan pokok saja belum terpenuhi, maka sudah saatnya (hari ini juga) merenungkan dengan sangat serius apakah sudah melakukan pekerjaan yang tepat ??? Dari pada cari masalah, lebih baik segera cari tambahan penghasilan atau bila perlu ganti pekerjaan.

Pertanyaan terpenting atas bagian uang yang disimpan adalah keputusan dimana tempat menyimpannya ? Nasib uang Anda akan ditentukan. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar memahami perbedaan yang sangat mendasar antara menabung dengan investasi.

Menabung adalah proses menyimpan uang di bank. Tujuan menyimpan adalah untuk kemudahan melakukan transaksi, baik pada saat ini maupun mendatang. Karena bank sudah sediakan tempat menyimpan dan layanan kemudahan bertransaksi, maka wajar jika dikenakan biaya administrasi. Yang pasti, uang Anda di bank memang bukan ditujukan untuk bertambah, malah sebaliknya nilainya pasti berkurang, karena bunga tabungan biasa yang hanya berkisar 3% per tahun, jauh dibawah tingkat inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum) Indonesia yang rata-rata selama periode 10 tahun terakhir di atas 7%. Contoh jelas nilai uang Anda hilang digambarkan sebagai berikut : Jika punya uang Rp. 1 Juta dan ingin beli meja seharga Rp. 1 Juta hari ini, maka Anda dapat membelinya. Ketika Anda simpan uang di bank dengan bunga 3%  per tahun, tahun depan harga meja jadi Rp. 1.070.000 dan uang Anda di bank hanya Rp. 1.030.000, maka Anda tidak dapat membeli meja, padahal tahun lalu bisa membelinya. Ini yang saya maksud bahwa nilai uang yang Anda miliki ada yang hilang. PENTING : Ini bukan berarti kami menyarankan Anda tidak perlu menyimpan uang di Bank. Uang Anda harus tetap ada porsi yang simpan di bank, yaitu terutama untuk kemudahan melakukan transaksi dan biaya hidup sehari-hari.

“Investasi : memerintahkan uang Anda untuk mencari teman-temannya, dan  biasanya mereka lebih akrab”

Investasi adalah satu-satunya jalan untuk mengalahkan inflasi. Berbeda dengan Bank yang tingkat suku bunganya sudah ditentukan (dengan resiko pasti nilai uang berkurang), maka hasil dari investasi tidak dibatasi, yang artinya bisa memberikan hasil positif/untung (uang jadi lebih banyak) atau hasil negatif/rugi (uang jadi lebih sedikit).

Orang yang berinvestasi mengharapkan untung kenaikan harga dari sesuatu yang dibeli sebelumnya, yaitu beli saat harga turun dan jual saat harga naik. Beberapa contoh yang sudah / mulai dikenal luas adalah : emas, properti (rumah, apartemen), obligasi (surat hutang yang diterbitkan baik oleh pemerintah atau swasta), saham, reksadana dan unitlink (gabungan perlindungan jiwa, perlindungan harta dan investasi dalam satu rekening).

Anda bisa mulai berinvestasi dengan jumlah setoran yang Anda anggap nyaman, dan bahkan bisa memulainya dengan beberapa ratus ribu saja per bulan.

Semua jenis investasi memiliki risiko. Semakin tinggi potensi keuntungan dari produk investasi, maka semakin besar pula risikonya (high risk high return). Jika ingin hasil maksimal, maka periode berinvestasi yang paling ideal adalah di atas 10 tahun, dan ingat pesan dari orang-orang bijak :

Jangan taruh telur dalam keranjang yang sama, untuk menjaga apabila keranjang itu jatuh Anda masih memiliki telur di tempat lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here