Ajarkan anak kita menghargai uang sejak usia dini

0
849

Mengubah kebiasaan adalah sebuah tantangan. Lihat saja kalau kita sebagai orang tua harus menghemat pengeluaran atau menyisihkan setidaknya 10% ditabung setiap bulan. Banyak yang langsung protes, boro-boro simpan, untuk makan saja kurang ! Ada kalanya itu benar (akibat bekerja di tempat yang salah sehingga penghasilan yang diterima juga salah), namun yang lebih banyak terjadi adalah akibat tidak menetapkan prioritas dalam menggunakan uang dan mencampuradukkan Kebutuhan dengan Keinginan.

Ketika memiliki pekerjaan, artinya orang tersebut juga memiliki penghasilan alias uang, jadi jelas bahwa awalnya uang itu ada tapi lalu dipakai untuk apa ? Inilah yang menantang kita setiap pribadi untuk bisa mengubah kebiasaan cara menggunakan uang, dan agar anak-anak kita tidak mengalami kesulitan mengubah kebiasaan, maka sebaiknya kita membentuk pola pikir dan kebiasaan mereka tentang uang. Ini beberapa tips agar Anak-anak kita menghargai uang :

  1. Uang adalah hasil kerja, bukan sesuatu yang gratis jatuh dari langit. Salah satu hal yang tidak disadari orang tua ketika membawa anaknya masuk ke ruang ATM untuk mengambil uang, bahkan ada orang tua dengan semangat luar biasa mengajarkan anaknya memencet tombol ATM untuk mengajarkan cara ambil uang ??? Ini sama saja mengajarkan konsep bahwa ada mesin yang bisa memberikan dia uang, sehingga anak itu berpikir jika lain kali butuh uang tinggal bawa papa mama ke mesin itu saja, karena papa mama punya kartu sakti.
    Mengajarkan anak bahwa uang adalah hasil kerja, bawa anak ke kantor di hari Sabtu atau jam mendekati pulang kantor, sehingga anak-anak kita melihat semua orang sibuk dan rajin bekerja. Jelaskan bahwa dengan rajin bekerja maka akan dapat uang.
  2. Hargai uang yang terbatas dengan cara berhemat. Jika ingin memberikan uang jajan, batasi jumlahnya yaitu cukup untuk membeli jajanan di sekolah dan katakan usahakan harus ada jumlah yang ditabung. Jadi mereka belajar tentang menyeimbangkan pemasukan uang dengan pengeluaran.
  3. Mau beli berbagai jenis mainan ? bayar sendiri ! Ini adalah Keinginan (yang tidak ada batasnya), bukan Kebutuhan. Ajarkan bahwa mereka harus mulai mengambil tanggungjawab atas sebuah keputusan yang diambil. Jika sifat mainan adalah untuk pertumbuhan dan pengembangan ketrampilan seperti sepeda, sepatu roda, raket atau lainnya, itu memang perlu mendapatkan dukungan Anda.
  4. Memberi sumbangan. Ajarkan anak-anak untuk mulai berbagi sesuatu yang dimiliki dengan sesama. Ketika Anda memberikan sumbangan untuk panti asuhan ajak anak Anda untuk ikut serta, sehingga mereka bisa bersyukur apa segala yang dia miliki dan menyadari bahwa masih banyak anak-anak seusianya yang hidup berkekurangan. Biarkan Anak kita yang menyerahkan sumbangan sehingga mereka benar-benar merasakan bahagia memberikan sesuatu buat yang berkekurangan.
  5. Menyiapkan tabungan untuk pendidikan. Usia 8 tahun adalah waktu yang ideal mulai mengajarkan mereka mengenal peran bank dalam mengelola uang, memberikan bunga, dan merencanakan kebutuhan dana pendidikan. Jelaskan bahwa dengan kedisiplinan menyisihkan uang jajan, maka uang yang terkumpul akan menjadi banyak dan dapat dipakai untuk biaya sekolah nanti. Dengan demikian anak-anak menjadi paham, konsep dasar bahwa uang butuh waktu untuk dikumpulkan agar jadi banyak.
SHARE
Previous articleJadilah manusia bijak
Next articleLangkah pertama
Hendra Sutandi
Alumnus FE Akuntansi Trisakti 1992, Finance & Accounting Dept Indofood, American Standard, Mayapada Group, DosNiRoha, AKR Corporindo Tbk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here